Maya Putri – Yet Another Cancer Virtual Youtuber

Maya Putri – Yet Another Cancer Virtual Youtuber. Yooo, welcome to another internet rant. Kali ini saya mau bahas tentang Virtual Youtuber yang lagi rame. Bukan Kizuna Ai. Tapi Virtual Youtuber yang katanya punya kearifan lokal yakni Maya Putri. Jika belum tau, bisa dicek di channel Youtube dengan nama Maya Putri. Baru satu video yang diupload saat artikel rant ini dibuat yakni video perkenalan. Ngakunya, vtuber ini berasal dari Solo.

Tapi…. alih alih mendapatkan sesuati yang beda. Misalnya kita bisa denger vtuber dengan “kearifan lokal” Solo misal dengan logat medok nya, yang saya dapat adalah pengisi suara yang tryhard mencoba membuat suaranya imut / moe. Dan itu malah membuat videonya cringe. Saya disini tidak akan bahas kualitas videonya. Ya meski masih kasar, bisa dimaklumi. Tapi untuk pengisi suara, ini terlalu parah.

Saya melihatnya seakan orang dibalik Maya Putri ini lagi berusaha membuat kesan imut ala ala Jepang. Japanese wannabe… Kalau boleh jujur, suara orang ngomong Bahasa Indonesia ini gak ada yang pantes untuk jadi suara imut. Mau sekeras apapun dicoba, tetap saja bakal aneh. Kalau memang dari Solo, kenapa gak coba nonjolin logat Solonya saja?

Disini malah terlihat creator bukan tulus berkarya. Ya memang harus diakui semua konten kreator di Youtube pasti mengincar pendapatan dari Adsense. Tapi dalam kasus Maya Putri ini, seakan kreator sedang mencoba peruntungan dengan membuat karakter Virtual Youtuber asal Indonesia dengan suara imut dan berharap fast income dari para subscriber maniak jejepangan asal indon yang suka loli. Yah, meskipun harus diakui cara tersebut cukup berhasil. Setidaknya menilik komentar di video perkenalan Maya Putri.

Ada yang membandingkan dengan Kizuna Ai pula. Yah untuk tingkat cringe nya mungkin bisa lah dibandingkan. Cuma maniak loli jejepangan yang menganggap Kizuna Ai bagus. “Ummmm So Kwai Sekali”…. what the hell is this. Ada pula yang menyebut Kizuna Ai dengan kearifan lokal. Hah?? Mana kearifan lokalnya. Ngomong pake bahasa Indonesia aja dibuat sok kebarat baratan yang malah bikin jijik. Ngaku asal Solo tapi suara dibuat buat sok imut ala Jepang. Mana kearifan lokalnya hah?!.

Dan karena semua komen rata-rata adalah fanboy si vtuber cringe ini, saya coba menulis rant di kolom komentar video perkenalannya.

Hasilnya? jelas saya dibully habis-habisan. Ya meski ada satu dua orang yang membela. Dan yah, seperti yang sudah saya perkirakan, masih ada saja komentar “emang lu bisa bikin?”. Mirip seperti bocal pemain ML yang ngomong “emang lu bisa bikin game?” ketika ML dihina. Benar-benar tidak berbobot. Lalu ada juga komentar “kalo gak suka gak usah ditonton”. Yah si goblok. terus maksudnya ngasih rant tanpa lihat dulu gitu. Kan lucu. Reaksi positif maupun negatif pasti muncul setelah liat. Beda sama wibu tolol yang baru liat thumbnail langsung komen “Ummmm So Kwai Sekali”. Hakkk cuih…

Shares

9 Comments

Leave a Reply