Terlalu Banyak Aplikasi Chatting dan Sosial Media

Terlalu Banyak Aplikasi Chatting dan Sosial Media – Saya termasuk orang yang tidak terlalu mengejar spesifikasi tinggi untuk masalah smartphone. Awal-awal saya punya android, saya cuma pakai Samsung Galaxy Young. Dan itu bertahan lama sekali sampai akhirnya hapenya ancur gara-gara jatuh dari kantong pas naik motor. Selanjutnya beli lagi hape Xiaomi Redmi 2, eh baru dipake 3 bulan kemalingan. Akhirnya beli lagi Redmi 2, eh baru dipake sebulan rusak. Terakhir, semester 4 pas kuliah beli Asus Zenfone Go, dan itu yang saya pakai sampai sekarang.

Saya memang bukan orang yang tertarik dengan smartphone dengan spek tinggi. Atau malah jika saya punya smartphone dengan spek tinggi, saya bakal bingung dipake buat apa. Saya juga tidak suka narsis foto foto meskipun sedang liburan jadi masalah kamera masabodoh. Karena bagi saya pribadi, sebenarnya hape yang penting “bisa buat nelfon sama sms“. Itu saja. Gak pernah ada niatan main game di hape. Bahkan mungkin terkesan “aneh”, tapi ini kenyataannya, saya tidak pernah sekalipun memainkan game di smartphone android.

Saat orang-orang rame main COC, saya main CSGO di PC. Bahkan saat sekarang orang-orang main moba analog, saya main PUBG Steam. Ya, saya tidak pernah memainkan game di android saya.

Nah, sekarang kita ke topik utama. Saat ini banyak sekali platform messanger maupun sosial media. Untuk soaial media, dulu Facebook ramai, lalu pindah ke Twitter, pindah lagi ke Instagram. Belum lagi ada Tumblr, Path, dll. Untuk aplikasi chatting sendiri dulu ada BBM, lalu WhatsApp, Line, Skype, Telegram, dll.

Untuk sosial media mungkin tidak ada masalah. Saya dari awal memang paling aktif hanya di Facebook saja. Ada sih akun Instagram dan twitter, tapi buat nyimak jokes ketika beranda Facebook mulai keruh dengan postingan politik saja. Di sosial media mungkin saya bisa “memaksa” siapapun yang memerlukan saya untuk menghubungi via Facebook. Namun untuk aplikasi chatting, ini yang jadi kendala. Saya terpaksa mengikuti alur orang-orang sekitar saya dengan aplikasi chatting populernya masing masing, yang akhirnya malah memaksa saya untuk menginstall hampir seluruh aplikasi chatting yang ada.

Saat ini saya masih butuh BBM, karena saya harus berkomunikasi dengan beberapa orang yang memasang iklan banner di web streaming yang saya kelola, sebagai catatan, beberapa dari mereka memang hanya bisa dikontak melalui BBM saja dan tidak memberi alternatif lain. Masih seputar iklan, saya juga butuh Skype karena beberapa CS Ads Network seperti AdReactor lebih responsif ketika dihubungi via Skype. WhatsApp jelas tak bisa ditinggalkan, karena grup alumni dari SD, SMP, SMA, dan Jurusan waktu kuliah semuanya ada di WhatsApp. Line juga butuh, meski sekedar buat dapetin promo Indomaret dan Alfamart. Dan Telegram, beberapa teman di dunia IT mulai menggunakan Telegram, jadi saya pun harus mengikuti juga.

Untuk saya pribadi, sebenarnya memang lebih prefer ke Telegram. Namun dikarenakan beberapa alasan diatas, saya malah harus menginstall semuanya. Dan saya yakin diantara kalian juga ada yang jadi “korban” keanekaragaman aplikasi chatting dan sosmed.

Dan sepertinya dikarenakan beberapa hal diatas, mindset saya bahwa “hape penting bisa nelfon dan sms” juga harus diubah. Karena sekarang saya merasakan sendiri bagaimana hape saya yang spek kentang ini harus disiksa dengan menginstall banyak aplikasi chatting di dalamnya.

Sebenarnya di desktop sendiri ada Franz, aplikasi yang menyediakan banyak platform chat sekaligus. Jadi lebih simple. Namun saya rasa itu juga bukan solusi yang bagus. Saya sendiri entah kenapa menginginkan saat ada platform chatting baru, versi lama benar benar dimatikan. Hal tersebut bisa “memaksa” pengguna untuk berpindah. Namun dengan adanya banyak varian yang terus bertambah, tanpa ada satupun yang berhenti, maka akan ada banyak orang seperti saya yang jadi korban karena harus mengikuti tuntutan tersebut. Untuk bisa berkomunikasi dengan A saya harus menginstall Skype, untuk berkomunikasi dengan B saya harus menginstall Whatsapp, untuk berkomunikasi dengan C saya harus menginstall Facebook Messanger.

Oh iya, yang mau bisa follow twitter saya @yuyudhn. Tapi isinya cuma retweet foto yang diupload oleh Kasyou Rosiel.

Shares

Leave a Reply